FIRMAN YANG JADI MANUSIA
FIRMAN YANG JADI MANUSIA



Johanes 1 : 14-18

Yohanes menuliskan kabar baik ini adalah untuk meyakinkan orang yang tidak percaya supaya mereka percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan. Yohanes juga ingin menguatkan dasar iman supaya orang percaya dapat terus percaya kendatipun ada ajaran palsu, dan dengan demikian orang percaya masuk dalam persekutuan penuh dengan Bapa dan Anak (bnd. Yoh 17:3). Keberadaan-Nya pada awal mulanya yaitu : Pada mulanya adalah Firman. Hal ini berbicara tentang keberadaan-Nya bukan hanya sebelum Ia menjelma menjadi manusia melainkan juga sebelum segala waktu. Pada permulaan waktu, ketika semua makhluk diciptakan dan dijadikan, Firman kekal ini sudah ada.

Dunia ada dari awal mula, tetapi Firman ada di dalam awal mula. Kekekalan biasanya diungkapkan dengan keberadaan sebelum dunia dijadikan. Kekekalan Allah juga digambarkan demikian (Mzm. 90:2), sebelum gunung-gunung dilahirkan; begitu pula dalam Amsal 8:23. Firman sudah ada sebelum awal mula dunia. Keberadaan-Nya yang bersama-sama dengan Bapa dikatakan demikian : Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Pada mulanya dunia berasal dari Allah, sebab dunia diciptakan oleh-Nya. Tetapi Firman berada bersama-sama dengan Allah, senantiasa bersama-Nya. Kristus, Allah yang kekal itu menjadi manusia (Fili 2:5-9). Kemanusiaan dan keilahian berpadu di dalam diri-Nya. Dengan merendahkan diri-Nya Ia memasuki hidup kemanusiaan dengan segala keterbatasan dari pengalaman manusia (bd. Yoh 3:17; 6:38-42; 7:29; 9:5; 10:36).

Melalui Kristus, kasih karunia dan kebenaran tersedia dalam arti kata seluas-luasnya (Rom 5:17-21). Kebenaran kini tidak lagi terselubung oleh lambang-lambang (seperti dalam korban-korban). "Kasih karunia demi kasih karunia" (ayat Yoh 1:16) berarti bahwa pemberian kasih karunia dan kuasa secara terus-menerus disalurkan kepada orang percaya yang menanggapi kasih karunia yang diberikan kepada mereka. Kasih karunia merupakan kuasa, kehadiran, dan berkat Allah yang dialami oleh mereka yang menerima Kristus. Seluruh kegiatan kehidupan Kristen dari awal sampai akhir tergantung pada kasih karunia ini. Allah mengaruniakan kasih karunia seperlunya (1Kor 1:4) kepada orang yang tidak percaya supaya mereka dapat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Ef 2:8-9; Tit 2:11; 3:4). Keselamatan tidak disebabkan oleh usaha kita untuk menaati hukum Taurat, tetapi oleh Roh Kudus dan kasih karunia Kristus yang datang ke dalam kehidupan kita untuk memperbaharui roh kita serta menciptakan kita kembali menurut gambar Kristus.  Amin 

Tags: renungan
Pdt. Christa Barita Siahaan STh

Penulis: Pdt. Christa Barita Siahaan STh

Pdt. Christa Barita Siahaan STh


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda