Renungan
-
Kisah berikut adalah hal yang tidak biasa bagi manusia karena dianggap aneh dan tidak mungkin, sehingga saya mengerti mengapa kita mungkin skeptis dan bertanya-tanya, “Apakah itu benar-benar terjadi?”.
HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN” MATIUS 5 : 1 – 12 Semua manusia ingin hidup dalam kebahagiaan dan ukuran dari kata “bahagia” bagi setiap orang berbeda-beda. Setiap orang sepanjang
2 TIMOTEUS 3 : 10 – 17 Ada ungkapan yang mengatakan "KEKRISTENAN YANG TERBAIK TIDAK HANYA DIAJARKAN, TETAPI JUGA DIRASAKAN KETIKA KITA MELIHATNYA DIPRAKTIKKAN DALAM DIRI ORANG LAIN. " Jika
Oleh Pdt. Pangondian Siahaan (Kisah Para Rasul 8 : 14) Kita tentu prihatin dengan situasi dan keadaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Dimana kita dipertontonkan ketidakadilan di saat negara
KasihNya tidak hanya sebatas kata-kata, namun nyata dinyatakan-Nya. Tuhan menyatakan kasihNya dengan turut merasakan penderitaan kita melalui Yesus Kristus. Nabi Yesaya pada teks berpesan agar umatNya mempersiapkan
Rasul Paulus memperlihatkan teladan tentang bagaimana pelayanan kasih jemaat di Makedonia. Orang-orang Makedonia yang sedang dalam keadaan sulit dan bersusah hati, namun mereka menyumbang untuk menolong
(Raphon Jesus Dipahehe) Kolose 3:1-4 Paskah membuat iman orang Kristen menjadi berarti dan memperbaharui fokus kehidupan kita. Manusia yang hidup dalam dunia pasati akan mengalami banyak hal yang membuat
( YESAYA 1 : 16 – 20 ) Pada hari ini, kita belajar dua hal, yaitu : Berbuat baik dan berhenti berbuat jahat.
MAZMUR 69:30-37 Setiap orang, apapun professinya, entah dia tua atau muda, kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, semua orang mengharapkan sukacita dan bahagia dalam segala waktu











