Melayani Dengan Kasih
Melayani Dengan Kasih



Rasul Paulus memperlihatkan teladan tentang bagaimana pelayanan kasih jemaat di Makedonia. Orang-orang Makedonia yang sedang dalam keadaan sulit dan bersusah hati, namun mereka menyumbang untuk menolong orang lain. Mereka ada dalam pelbagai penderitaan dan
sangat miskin. Itu adalah masa kesusahan besar bagi mereka (Kis. 16). Orang-orang Kristen di daerah-daerah ini mengalami perlakuan buruk, yang membuat mereka jatuh miskin. Namun, karena mereka memiliki sukacita yang melimpah di tengah penderitaan, mereka kaya dalam
kemurahan. Mereka memberi dari milik mereka yang sedikit, dengan percaya bahwa Allah akan memenuhi kebutuhan mereka, dan mencukupi kekurangan mereka.

Paulus menggerakkan jemaat Korintus untuk melakukan pekerjaan pelayanan kasih, yaitu untuk membantu kebutuhan orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem untuk mengikuti teladan yang baik dari jemaat-jemaat di Makedonia. Sebagaimana jemaat di Korintus yang telah unggul
dalam berbagai karunia rohani dan pengetahuan serta perkataan, mereka tentunya berkelimpahan juga dalam kasih dan perbuatan baik serta berbagai kebajikan lainnya. Dalam kelimpahan berbagai karunia yang mereka terima dalam hidupnya hendaknya mereka juga kaya dalam pelayanan kasih.

Dalam hal pengumpulan persembahan kasih dari jemaat di Korintus, Paulus mempercayakan pengumpulan persembahan itu kepada Titus (ay.6). Paulus meyakinkan jemaat Korintus bahwa persembahan yang dikumpulkan itu akan dikelola dengan baik, karena yang diutus oleh Paulus adalah seorang kepercayaan Paulus yang perilakunya terpuji dan banyak jemaat-jemaat telah mempercayakan persembahan mereka dikumpulkan oleh Titus. Kemudian Paulus juga memotivasi jemaat Korintus dengan pujian bahwa mereka kaya dalam segala sesuatu (ay. 7), bahwa jemaat Korintus tidak kalah baiknya dengan jemaat yang ada di Makedonia. Mereka memiliki kekayaan yang mereka miliki lebih dari cukup, memiliki iman dengan pengetahuan rohani yang baik, dan hendaknya mereka juga memiliki kekayaan dalam pemberian kasih.

Tuhan memberikan berbagai berkat karunia kepada kita bukan untuk kita nikmati sendiri, melainkan menyadarkan kita bahwa kita juga dipakai Tuhan untuk menyalurkan berkat yang kita terima itu kepada orang lain, agar semakin nyatalah kehidupan yang saling berbagi dalam pelayanan kasih. Bukan suatu paksaan atau perintah, melainkan kesempatan bagi kita untuk menolong sesama. Karena prinsipnya sama seperti yang Allah lakukan kepada Abraham diberkati supaya menjadi berkat! Jadilah berkat bagi semua seperti Tuhan lakukan. Beri bantuan bagi yang lemah di dalam kasih Tuhan. Pakailah aku jadi hamba-Mu, bawa terang ke dunia gelap. Jadikan aku saluran berkat bagi umat-Mu yang hidup resah. Amin. ~Pdt. Daniel Salamat Siagian~
 

HKBP Jatisampurna

Penulis: HKBP Jatisampurna

Admin


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda