Ibadah 1 Pebruari 2026
Ibadah 1 Pebruari 2026



HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN”

MATIUS 5 : 1 – 12

Semua manusia ingin hidup dalam kebahagiaan dan ukuran dari kata “bahagia” bagi setiap orang

berbeda-beda. Setiap orang sepanjang hidupnya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengusahakan

kebahagiaannya dengan berbagai cara dan perjuangan. Lantas kebahagiaan yang seperti apa yang benar-benar

dibutuhkan manusia? Apakah sudah cukup hanya sebatas makanan dan minuman? Atau pakaian? Atau Harta yang

berlimpah? Tuhan Yesus Kristus dalam khotbahNya di bukit mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan yang

sejati berasal dan berada dalam Tuhan. Kebahagiaan yang bukan hanya berdasar kepuasan dunia atau khayalan

semata, tetapi kebahagiaan yang memberikan kepuasan sejati. Tidak ada kebahagiaan yang sejati di luar Tuhan kita.

Tuhan Yesus berkata berbahagialah jika kita Miskin di hadapan Allah, istilah ini merujuk pada keadaan

yang sangat membutuhkan pertolongan terkait kondisi iman dan spiritulitas sehingga Yesus Kristus hadir dan

menolong untuk menyatakan bahwa mereka adalah bagian dari Kerajaan Allah. Berbagialah bagi orang yang

Berdukacita, jika kita menghadapi dukacita, orang-orang terdekat akan berusaha menghibur untuk memastikan kita

tetap kuat untuk menjalani hidup. Tetapi sampai kapankah mereka melakukannya? Sebab penghiburan yang sejati

hanya berasal dari Tuhan. Kemudian, Yesus berbicara tentang Orang yang lemah lembut, salah satu contoh

karakter yang penuh ketenangan yang siap untuk menghadapi tingkah laku jahat sesamanya. Bagaimana dengan

mereka yang Haus dan Lapar akan kebenaran? Sama halnya seperti orang yang sedang kehausan dan kelaparan,

mereka akan mencari makanan dan minuman untuk memuaskan rasa lapar dan dahaga. Demikian pulalah orang-

orang yang haus dan lapar akan kebenaran, mereka akan mencari sumber kebenaran yaitu Tuhan untuk

memuaskan kerinduan mereka. Berbahagialah yang Murah Hati pendengar khotbah Yesus diajak untuk menaruh

belas kasih terhadap sesama terutama orang yang menderita sebab Tuhan menjanjikan kemurahan kembali bagi

mereka. Yesus Kristus juga berbicara tentang orang yang Suci Hati sebab mereka akan melihat Allah, siapakah

mereka? Dalam Mazmur 24 : 4, dikatakan mereka adalah orang yang bersih tangannya dan murni hatinya yang tidak

menyerahkan dirinya kepada penipuan dan yang tidak bersumpah palsu. Siapakah yang berhak menyatakan dirinya

sebagai anak-anak Allah? Mereka adalah Pembawa Damai, orang-orang yang memiliki karakter demikian adalah

mereka yang selalu mengusahakan kebaikan kepada sesama, menjauhi dari konflik bahkan mampu menyelesaikan

konflik dan menjadi berkat bagi sekitarnya. Tuhan Yesus juga memperingatkan orang percaya bahwa mereka akan

mengalami Aniaya, penolakan dan penderitaan jika mengikut Dia, mereka akan dicela, difitnah, disiksa bahkan

kehilangan nyawanya dalam mempertahankan iman. Tetapi sekalipun harus menderita karena kebenaran mengikut

Dia, kita tidak boleh takut dan gentar sebab orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran dan menjadi pengikut Kristus

akan empunya Kerajaan Sorga dan upah yang besar di sorga. Jadi, kebahagiaan yang sejati bukan hanya berbicara

tentang kesenangan dan kegembiraan sesaat, dalam mengikut Kristus kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi

suka dan duka, yang justru dipakaiNya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Dalam Minggu Septuagesima yang ini, kita diingatkan untuk memaknai kebahagiaan sejati yang

bersumber dari Tuhan. Dalam hidup ini, kita tidak bisa hanya menginginkan kebahagian dan menghindari masalah

atau penderitaan. Banyak orang yang jatuh karena godaan dunia tentang kebagaiaan, bagai meminum air laut yang

tidak akan menghilangkan rasa haus justru semakin kehausan yang tiada cukupnya. Jika manusia sibuk mencari

kebahagian semu di dunia ini, mereka tidak akan pernah menemukannya, rasa tidak pernah cukup akan terus

membuat kita mencari sampai kelelahan. Untuk itu, carilah Tuhan Allah seperti yang tertulis dalam Amos 5 : 4

“Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” Untuk apa kita memiliki seluruh dunia jika kita kehilangan nyawa dan hidup?

Carilah sumber kehidupan itu, Tuhan Allah Pencipta Semesta. Amin

Tags: kebaktian
HKBP Jatisampurna

Penulis: HKBP Jatisampurna

Admin


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda