2 TIMOTEUS 3 : 10 – 17
Ada ungkapan yang mengatakan "KEKRISTENAN YANG TERBAIK TIDAK HANYA DIAJARKAN, TETAPI
JUGA DIRASAKAN KETIKA KITA MELIHATNYA DIPRAKTIKKAN DALAM DIRI ORANG LAIN.
" Jika kita memahaminya,
ungkapan ini mau menyampaikan dan mengajarkan kepada kita bahwa menjadi kristen tidak cukup hanya mengetahui
banyak hal tentang Tuhan dan apa yang dapat diperbuat oleh Tuhan. Namun diperlukan adalah bagaimana kita
menunjukkan kekristenan kita dalam setiap perjalanan kehidupan kita, terutama ditengah persoalan yang kita hadapi dalam hidup ini. Benarlah yang dikatakan bahwa dunia tidak membutuhkan teori tetapi membutuhkan praktek dan sikap hidup yang nyata bagaimana iman kepercayaan kita.
Surat 1 dan 2 Timoteus ini dituliskan kepada Timoteus yang adalah rekan sepelayanannya yang sudah
menetap dan melayani di Efesus. Surat ini dituliskannya tepat 2 minggu sebelum dia di hukum mati di kota Roma. Dalam suratnya ini Paulus menyampaikan kepada Timoteus agar Timoteus tetap setia dalam pelayanannya di kota Efesus.
Sekalipun disana dia menghadapi tekanan dari Kaisar Nero yang menganiaya pengikut Kristus. Paulus menyampaikan pada ayat 10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku,
kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Artinya Paulus menyampaikan agar Timoteus meneladani apa yang sudah dia
lihat dalam diri Paulus selama mereka sama-sama melayani. Bahkan Paulus mengingatkan Timoteus apa yang dialaminya di Antiokhia (Kis. 13:50), Ikonium (Kis. 14:5-6), dan Listra (Kis. 14:19-20). Di 3 tempat ini Paulus mengalami penganiayaan karena pemberitaan Firman Tuhan, bahkan dia dilempar dengan batu oleh orang-orang yang tidak menghendaki keberadaannya. Akan tetapi, Paulus tetap bertahan dalam prinsipnya tetap setia kepada Allah apapun yang dihadapinya.
Paulus menyampaikan apa yang menjadi rahasianya dalam menghadapi itu. Pemahaman yang benar akan Firman Tuhan akan melahirkan iman yang teguh kepada Allah. Itu sebabnya Paulus menyaksikan dalam ayat 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Inilah keyakinan dan pemahaman Paulus akan Firman Allah yang
dia percayai dan yang dia khotbahkan. Firman Tuhan itulah yang telah mengajarkan kepadanya pemahaman yang
benar, Firman Tuhanlah yang menjadi dasar baginya untuk menilai segala sesuatunya apakah benar atau salah, firman Tuhanlah yang memampukannya untuk memperbaiki hidupnya dari kesalahan kepada hidup yang benar dihadapan
Allah.
Hidup sebagai orang Kristen yang adalah pengikut Kristus bagi sebagian orang tentunya mempunyai tantangan tersendiri. Ada yang tidak bisa bebas memuji dan memuliakan Tuhan dalam ibadah. Ada yang harus menahan diri tidak bisa promosi naik jabatan. Ada yang harus diasingkan karena selalu bertahan dalam prinsip yang baik dan benar. Semuanya itu adalah proses yang harus kita hadapi untuk menjadikan kita menjadi pengikut Kristus yang benar- benar memahami bahwa Tuhanlah pemilik kehidupan kita. Dan dalam semua situasi itu, kita dituntut untuk senantiasa menunjukkan kekristenan kita, kesetiaan kita kepada Allah. Sebab itulah yang akan menunjukkan kita sebagai pengikut Kristus yang sejati. Sebagaimana yang dikatakan oleh Seorang Psikiater bernama CARL JUNG berkata, "ANDA
ADALAH APA YANG ANDA LAKUKAN, BUKAN APA YANG ANDA KATAKAN AKAN ANDA LAKUKAN." Artinya siapa
kita dikenal oleh ditentukan oleh apa yang kita perbuat. Bukan apa yang kita katakan saja. Topik minggu mengatakan
“DIPERLENGKAPI UNTUK SETIAP PERBUATAN BAIK”. Kita semua diperlengkapi oleh Allah melakukan segala
perbuatan baik dalam hidup ini. Lakukanlah, yakinilah Tuhan berserta kita dalam melakukan semuanya itu. Amin!

















Form Komentar