Renungan Ibadah Minggu 9 Agustus 2026
Renungan firman minggu ini merupakan bagian dari perjalanan Yesus bersama
murid-murid-Nya. Yesus meminta murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi ke seberang mendahului Dia, sementara Ia menyuruh orang banyak pergi, Ia naik ke bukit sendirian untuk berdoa; dan ketika petang tiba, Ia tinggal di sana sendirian. Murid-murid-Nya melakukan seperti yang diperintahkan-Nya, tetapi gelombang dan angin datang dan mendorong perahu itu. Murid-murid (Petrus) takut, tetapi di sinilah Yesus menunjukkan kuasa dan kehadiran-Nya sebagai Anak Allah. Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk menangkap Petrus, dan mempertanyakan ketakutannya. Saat itu semua murid melihat Dia dan berkata, "Sesungguhnya Engkau adalah Anak Allah." Pernyataan tersebut merupakan kesaksian iman bahwa Yesus adalah seorang raja yang dipanggil Allah untuk memenuhi janji-janji-Nya kepada umat-Nya. Ia menjadi sarana untuk membangun perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya. Ia sebagai pemimpin yang menerima otoritas
dari Allah.
Penulis Injil Matius mengajak kita untuk tidak hanya sekedar menjadi pengikut Tuhan Yesus, tetapi juga harus menjadi saksi pemberitaan keselamatan-Nya. Kesaksian yang lahir dari iman dan bibir kita seperti yang dikatakan para murid: "Sesungguhnya Engkau adalah Anak Allah". Yesus adalah Tuhan atas segala sesuatu, Allah yang menjadi manusia, yang datang ke bumi sebagai seorang Anak.
Renungan ini juga mengingatkan kita untuk percaya secara penuh kepada Allah Tri Tunggal dalam kehidupan yang penuh tantangan ini. Danau melambangkan perjalanan hidup kita, perahu melambangkan iman kita, para murid melambangkan
identitas kita sebagai orang percaya, dan ombak serta angin melambangkan berbagai
penderitaan dan kesulitan yang kita alami. Kita seringkali takut, seperti para murid yang
takut akan ombak dan angin yang akan menerjang perahu. Terkadang kita sendirilah
yang memiliki iman yang kecil dan seringkali takut akan apa yang terjadi dalam hidup.
Imanilah Yesus menyelamatkan dan menolong kita dari segala macam kesulitan. Marilah
kita percaya kepada-Nya, dan marilah kita memulai pekerjaan kita bersama-Nya di mana
pun kita berada. Renungan ini mengingatkan kita untuk percaya kepada Tuhan Yesus
secara penuh – beriman tanpa rasa takut, karena bersama Tuhan Yesus kita akan
dijagai, dimampukan untuk menjalani hidup kita. Marilah kita percaya diri dan tidak takut
ketika melangkah bersama Tuhan Yesus. Amin. ~Pdt. Novita G Sitorus~

















Form Komentar