Ibadah Minggu 27 Mar 2021
( PSALM / MAZMUR 31 : 8 – 16 )
Bagaimanakah perasaan kita , jika orang – orang terdekat , yang kita kasihi , orang – orang yang
sangat kita harapkan kehadiran dan bantuannya serta dukungannya . . . yang terjadi justru mereka
menunjukkan ketidakpedulian serta seolah – olah mereka benar – benar tidak pernah bertemu dengan kita
serta tidak pernah mengenal kita ? Saya percaya , sisi kemanusiaan kita akan prihatin bahkan kita bisa saja
bergumam , tega amat.
Mazmur 31 : 1 – 24 adalah doa yang amat pribadi yang mengungkapkan kesusahan dan ratapan
karena musuh ( Mazmur 31 : 5 , 9 ) , penyakit ( Mazmur 31 : 10 – 11 ) , dan ditinggalkan teman – teman
( Mazmur 31 : 12 – 14 ). Yeremia menggunakan anak kalimat dari mazmur ini ( Mazmur 31 : 14 ) untuk
mengungkapkan kesedihan dan ketakutannya ( bd. Yeremia 6 : 25 ; 20 : 10 ) ; Yesus juga mengutipnya (
kata – kata pembukaan Mazmur 31 : 6 ) ketika di salib ( Lukas 23 : 46 ). Doa ini mengungkapkan jeritan hati
semua orang percaya yang menderita kesengsaraan karena penyakit, kesulitan atau penindasan dari dunia
atau musuh kebenaran; doa ini menyatakan bahwa pada saat kesukaran hebat kita dapat bersembunyi "
dalam naungan wajah-Mu " ( Mazmur 31 : 21 ). Dengan kata lain , Mazmur 31 , mengisahkan seseorang
yang sedang mengalami pergumulan , kesusahan dan penderitaan yang amat sangat berat , hingga
membuat tubuh dan jiwanya merana. Tubuh yang semakin melemah dan berduka yang
berkepanjangan , dimana teman – teman , para sahabat hingga seluruh orang – orang yang
mengenalnya pun tidak mau mendekat dan menunjukkan sikap sama sekali tidak mengenal
pemazmur. Ia terkurung dalam penderitaannya dan kesepian dalam kesusahannya. Ia tidak
mendapatkan seseorang pun yang mau mengerti , memahami dan menolong ia untuk meringankan
bebannya. Bayangkan saudara – saudaraku , jika itu adalah kita. Jika engkau adalah orang yang
tidak percaya dan orang yang kurang beriman , maka keputusasaan dan gangguan kejiwaan ,
bukan hal yang mustahil akan kamu alami. Pemazmur di tengah seruan minta tolongnya mengungkapkan
keyakinannya bahwa Tuhan pasti menolong. Berulang kali pemazmur meminta agar Tuhan melindunginya,
sekaligus ia menyatakan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungannya ( 2 , 3 , 5 ) Rupanya keyakinan itu
kuat karena pengalaman pemazmur pernah ditolong TUHAN Allah ( 8 – 9 ). Jadi , aman menurut Alkitab
bukan sekadar tidak ada musuh atau bencana atau masalah yang menghadang hidup orang percaya. Aman
dalam Alkitab adalah kondisi batin orang yang percaya penuh kepada Tuhan. Ia yakin bahwa tidak ada apa
pun yang akan terjadi pada dirinya di luar pengetahuan, kendali, dan kasih setia TUHAN Allah. Dalam
keadaan kesepian, dan putus asa, temannya satu-satunya adalah Allah, dan harapannya satu-satunya adalah
menyerah pada belas kasihan TUHAN Allah.
Umat yang dikasihi TUHAN Allah. Minggu ini adalah Minggu Passhion yang menghantar kita untuk memasuki
perenungan pada penderitaan Yesus karena segala kesalahan dan dosa – dosa yang telah kita perbuat.
Penderitaan Yesus menjadi buah kebahagiaan dan sukacita kita semua. Bersukacita bukan bermakna
bahagia karena Yesus menderita dan senang karena Yesus tersiksa , BUKAN ! Sukacita kita adalah TUHAN
Allah yang Mahakuasa , Mahakasih dan Mahaadil telah menunjukkan kasih setiaNya dan menegakkan
keadilanNya bagi kita semua. Dalam Kasih setia itu , bagi kita terbuka pertolongan dan pengasihanNya.
Disayangi dan diperhatikan seseorang merupakan sebuah kebahagiaan dan sukacita yang luar biasa,
terutama jika TUHAN sendiri yang memperhatikan dan menyayangi kita ! Biarlah kita menyadari bahwa kasih
yang telah DIA berikan dalam wujud perhatian serta perlindungan pada hidup kita adalah sumber sukacita dan
kelegaan kita. Dalam Keadilan itu , kita yang terhukum dalam Penyaliban Yesus , terbuka kesempatan dan
jalan pertobatan , supaya barangsiapa yang bersungguh – sungguh , bertobat , percaya , yakin dan beriman
kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal ( bnd. Yohanes 3 : 16 ). Inilah menjadi sukacita
besar kita semua. Untuk itu , dalam Minggu Palmarum ini , mari sambut DIA yang datang kepada kita semua ,
bukakan bagiNya pintu hatimu untuk menerima segala pengasihan TUHAN Allah. . . . AMIN . . . ( d’PanS)

















Form Komentar