Ibadah Minggu 15 Pebruari 2026
Ibadah Minggu 15 Pebruari 2026



Kisah berikut adalah hal yang tidak biasa bagi manusia karena dianggap aneh dan tidak mungkin, sehingga saya mengerti mengapa kita mungkin skeptis dan bertanya-tanya, “Apakah itu benar-benar terjadi?”. Firman Tuhan menuliskan, saat Yesus berdoa bersama Petrus, Yakobus, Yohanes, wajah Yesus berubah, pakaian-Nya menjadi putih berkilauan, dan Ia berbicara dengan Musa serta Elia mengenai kematian-Nya di Yerusalem. Kita tahu, Alkitab bersaksi bahwa Yesus tidak pernah berdosa. Ia juga

tidak pernah meragukan Bapa-Nya. Namun, Yesus tidak hanya 100% ilahi, tetapi juga 100% manusia dengan kelemahan manusiawi- Firman yang menjadi daging. Meskipun tanpa dosa, Yesus mengalami tekanan, kesedihan, dan duka cita. Ia merasakan beratnya penderitaan yang akan datang di kayu salib, keringat Yesus seperti tetesan darah yang jatuh ke tanah. Ketika Ia dimuliakan dan berbicara tentang penderitaan-Nya yang akan datang, mungkin telah memberi Yesus kekuatan untuk hari-hari-Nya yang akan datang,

kekuatan untuk menghadapi penderitaan manusia: salib.

 

Yesus dimuliakan, diubah dari manusia biasa menjadi keadaan surgawi yang dimuliakan. Tentu ini sebanding dengan keagungan kisah kelahiran Kristus dan kebangkitan-Nya, menunjukkan bagaimana keMahakuasaan Allah dalam kehidupan Anak-Nya. Peristiwa transfigurasi dalam renungan ini mengungkapkan kemuliaan Yesus sebagai Anak Allah dan sekaligus memberikan pesan penting bagi kita tentang bagaimana seharusnya kita mengambil sikap iman sebagai umat yang percaya. Dalam Minggu

Estomihi, kita diajak untuk mendengar suara Tuhan dan merenungkan keimanan. “Inilah

Anak-Ku yang Kupilihdengarkanlah Dia” adalah suara yang terdengar dari awan setelah Yesus berpisah dari Musa dan Elia. Artinya, jadikan Tuhan Yesus, Juru Selamat dan

teladan dalam hidupmu. Jadikan lah ia Gunung Batu perlindunganmu. Kita terpanggil

untuk mendengarkan Yesus melalui firman-Nya. Selanjutnya kita perlu mengikuti Yesus

sebab mendengar saja tidak cukup. Kita harus meneladani kehidupan Yesus, mengasihi

Allah dan sesama. Akhirnya melalui iman, kita dapat melihat kemuliaan Yesus dalam kehidupan kita. Umat percaya dipanggil untuk menjadi saksi kemuliaan Yesus di dunia ini.

Amin! ~Pdt. Novita Grace Sitorus

Tags:
HKBP Jatisampurna

Penulis: HKBP Jatisampurna

Admin


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda