ANUGERAH DAN DAMAI SEJAHTERA ALLAH
DALAM KRISTUS
1 Korintus 1: 1-9
M.03/19,01/20
Orang percaya dalam PB disebut "orang-orang kudus" yaitu "orang yang
dipisahkan dari dosa untuk Allah" atau "orang suci Allah". Hal ini berarti bahwa orang percaya dipimpin dan dikuduskan oleh Roh Kudus (Rom 8:14; 1Kor 6:11; 2Tes
2:13; IPet 1:2), dan orang kudus tersebut berpaling dari dunia untuk mengikut Yesus
(Yoh 17:15-17). Istilah "orang kudus" tidak berarti bahwa orang percaya itu sudah sempurna atau tidak dapat berbuat dosa (bnd. 1Yoh 2:1). Orang percaya adalah "orang-orang berdosa yang sudah diselamatkan" dengan harapan bahwa semua orang percaya
menyesuaikan diri dengan jalan kebenaran Allah (Ef 5:3), dan
batiniah bagi seluruh Jemaat Kristus (1Kor 1:30). Nats ini merupakan pesan kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita,
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertaiseluruh jemaat-Nya.
kesucian Paulus menyampaikan pujian kepada orang Korintus karena Allah dalam kasih karunia-Nya (ayat 1Kor 1:4) telah memberi mereka karunia-karunia rohani yang khusus.
Karunia semacam itu berharga dan sangat diperlukan untuk menyertai pelayanan Roh Kudus dalam gereja; tanpa karunia tersebut orang percaya akan gagal untuk saling menguatkan dan menolong sebagaimana yang diinginkan oleh Allah, Dalam surat ini Paulus sama sekali tidak berusaha untuk menyisihkan karunia rohani. Sebaliknya, dia berusaha untuk mengubah sikap orang Korintus terhadap karunia rohani agar mereka bisa menggunakan karunia-karunia mereka menurut maksud Allah. Ucapan ini lebih merupakan suatu penilaian yang jujur tentang kedudukan jemaat Korintus di dalam
Kristus dan merupakan landasan bagi permintaan Paulus agar jemaat hidup sesuai dengan kedudukan ini. Sang rasul menyebutkan secara khusus karunia perkataan dan
pengetahuan yang mereka miliki.
Allah menginginkan umat-Nya menjaga kekudusan mereka dengan diam di dalam Kristus karena anugerah dan damai sejahtera Allah ada dalam Yesus Kristus.
Orang percaya dipanggil ke dalam persekutuan yang kudus. Segala sesuatu didasarkan
pada kenyataan bahwa Allah yang kita sembah dalam Yesus Kristus adalah setia. Persekutuan di dalam-Nya mengandung arti bahwa kita memiliki bagian dalam diri Yesus
Kristus, dan kemudian berarti berbagi bersama dalam persekutuan. Dengan demikian, semua orang percaya memiliki bagian di dalam Kristus karena itu, akan memiliki bagian
dalam satu sama lain. Inilah kebenaran yang dipergunakan oleh Paulus untuk menyerang
sikap mengutamakan kelompok, yang mencapai puncaknya dalam 1 Korintus 3:21-23.
Tujuan Paulus menyatakan hal di atas agar orang percaya memelihara kesatuan jemaat dan tidak dapat terpecah oleh karena hal-hal duniawi. Tinggallah selalu di dalam Kristus
cbs

















Form Komentar