Memelihara Perintah Allah Dengan Benar
Memelihara Perintah Allah Dengan Benar

Firmanlah yang sesungguhnya dapat memberikan kehidupan



(MARKUS 7 1-8)

Dalam tradisi Yahudi, ada batas - batas yang jelas antara yang sakral dan yang profan antara yang dikuduskan bagi Allah dan apa yang dikenali sebagai yang sekular atau "yang biasa ". Orang - orang Yahudi memandang diri mereka sendiri sebagai yang
dikuduskan bagi Allah sesuai dengan berkat TUHAN Allah atas mereka dalam Keluaran 19 : 6. Dalam adat istiadat Yahudi, untuk membersihkan tangan sebelum makan dan mencuci bejana sebelum digunakan , secara asali bermakna lebih sekedar menjaga agar semuanya higienis. Mereka juga melakukan tindakan penyucian
untuk menguduskan aktivitas istiadat ' yang dimaksud dalam nast ini , berarti pengajaran - pengajaran di samping
keterangan - keterangan dari Taurat. Bagi mereka taurat Musa harus dilakukan secara sempurna hingga sampai kepada hal - hal yang sangat kecil. Mereka memahami Tradisi Tua lebih berkuasa dari Firman , dimana setiap orang yang melakukannya
mendapat kekudusan, berkat dan kehidupan. Akhirnya , Adat istiadat mengaburkan dan melemahkan Firman TUHAN Allah yang sesungguhnya.

Umat yang dikasihi TUHAN Allah. Tuhan Yesus mengkritik pelaksanaan Tradisi Tua tersebut. Adalah salah , jika Adat Istiadat lebih berkuasa dalam kehidupan umat manusia daripada Firman TUHAN Allah. Yesus menegaskan, Praktek Ibadah dan
kehidupan beriman lebih karena tradisi dan lebih menonjolkan Adat Istiadat, adalah yang tidak berkenan bagi TUHAN Allah dan itu bagian dari kemunafikan iman. Yesus juga menegaskan , otoritas Firman yang sesungguhnya dalam kehidupan manusia : Firmanlah yang sesungguhnya dapat memberikan kehidupan, berkat dan kekudusan,
sebab Firman adalah Allah ( bnd. Yohanes 1: 1 ). Untuk itu , umatNya jangan salah
memaknai Adat Istiadat yang ada. Firman harus menyinari Budaya dan bukan Budaya
yang menyinari Firman. Artinya , Budaya tidak lebih berkuasa dalam kehidupan
manusia , untuk itu , Budaya tidak boleh menjauhkan manusia dari TUHAN Allah.
Budaya juga tidak dapat disejajarkan dan tidak boleh lebih tinggi dari Firman, oleh
sebab itu , Firman harus lebih hidup dan lebih membumi dalam kehdiupan manusia
daripada adat istiadat. Sebab Firman adalah Perkataan dan Kehendak TUHAN Allah.

Umat tertebus di dalam Yesus Kristus. Memelihara perintah TUHAN Allah
dengan benar , harus sesuai dengan kehendak TUHAN Allah yang sesungguhnya dan
bukan sesuai dengan penafsiran masing - masing manusia. TUHAN Allah adalah pencipta manusia dan pemberi kehidupan, maka setiap Firman yang disampaikan TUHAN Allah berkuasa untuk memberikan Kehidupan dan berkat. Tidak hanya itu saja , dengan kuasa TUHAN Allah , maka , Firman juga berkuasa untuk memberi hukuman bagi yang tidak melakukannya sesuai dengan kehendak TUHAN Alieh. Kita
semua tentu tidak ingin dihukuum TUHAN Allah bukan ? jika kita setuju, maka lakukan Perintah/ Firman TUHAN Allah dengan benar. AMIN

Pdt Pangondian Siahaan, STh

Penulis: Pdt Pangondian Siahaan, STh

Pdt. Pangondian Siahaan, STh


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda