Tuhan Méndengar Seruanku
Tuhan Méndengar  Seruanku

Bila ku berseru, Engkau menjawab



Matius 9 :27-31

Ketika Yesus dalam perjalanan pulang dari rumah kepala rumah ibadat menuju penginapan-Nya, Yesus ditemui oleh dua orang buta. Kedua orang buta itu hanya dapat  mendengarYesus, mereka sudah percaya kepada Yesus. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk percaya kepada Tuhan Yesus, dan setiap orang yang datang  kepadaNyaakan diselamatkan. Yesus tidak memandang muka dan tidak memandang latar belakang dari orang yang datang pada-Nya. Mercka memohon, "Kasihanilah kami." Sudah dinubuatkan balhwa Anak Daud itu penuh dengan belas kasihan (Mzm.72:12-13), dan di dalam Dia bersinarlah belas kasihan dari Allah kita (Luk. 1:78).
Perhatikanlah, apa pun keperluan dan beban kita, tidak ada bantuan dan dukungan yang bisa melebihi bagian yang kita peroleh dalam belas kasihan Tuhan Yesus. Kedua orang buta itu tidak berbicara untuk diri mereka masing-masing, dan berkata, "Kasihanilah aku," melainkan untuk satu sama lain dengan berkata, "Kasihanilah kami."

Pengakuan iman mereka, yang dipancing oleh Kristus dalam kesempatan ini. Ketika mereka datang kepada-Nya untuk memohon belas kasihan, Ia bertanya kepada mereka, "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Iman merupakan syarat  utamauntuk menerima pertolongan dari Kristus. Orang yang ingin menerima belas kasihan dari Kristus harus percaya dengan yakin akan kuasa-Nya. Apa pun yang kita inginkan Dia lakukan untuk kita, kita harus benar-benar yakin bahwa la dapat melakukannya. Mereka memang mengikuti Kristus, malah dengan berseru-seru, tetapi  yang pertanyaan utamanya adalah, Apakah kamu percaya? Alam bisa membuat orang bersungguh-sungguh hati, tetapi hanya anugerahlah yang bisa menghasilkan iman; berkat-berkat rohani hanya diperoleh melalui iman.

Mereka telah menunjukkan iman mereka melalui pengakuan akan kedudukan Kristus sebagai Anak Daud dan akan belas kasihan-Nya. Walaupun begitu, Kristus juga mau agar mereka menyatakan iman mereka akan kuasa-Nya. Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya, balıwa Aku dapat memberikan pertolongan ini, memberikan penglihatan kepada orang buta, menyembuhkan orang lumpuh, dan membangkitkan orang mati? Mereka bukan saja harus percaya bahwa Dia Anak Daud, melainkan juga  AnakAllah; karena Allah sendirilah yang mempunyai hak istimewa untuk membuka mata orang buta (baca Mzm. 146:8); la menciptakan mata yang melihat (baca Kel. 4:11). Ayub adalah mata bagi orang buta (baca Ayub 29:15), ia bisa melihat
menggantikan mata orang lain, tetapi ia tidak dapat memberikan mata kepada orang buta. Jadi terserah kepada kita apakah kita percaya bahwa Kristus dapat melakukannya, dengan kuasa kebaikan dan doa pengantaraan-Nya di sorga, dengan Roh dan anugerah-Nya di dalam hati, dan dengan pemeliharaan dan kekuasaan-Nya di bumi? Percaya
kepada kuasa Kristus ini tidak hanya berarti bahwa kita harus merasa pasti akan kuasa- Nya itu, melainkan juga harus benar-benar menyerahkan dan mengikat diri kepada kuasa itu dan mendorong diri kita sendiri untuk teguh di dalamnya. Amin.

Pdt. Christa Barita Siahaan STh

Penulis: Pdt. Christa Barita Siahaan STh

Pdt. Christa Barita Siahaan STh


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil HKBPJatisampurna

HKBP Jatisampurna telah memasuki usia yang matang sejak awal berdiri. Seiring perkembangan jemaat yang begitu cepat, saat ini sudah mencapai 1200 KK yang dilayani 4 orang pendeta . Pada tahun 2008 HKBP Jatisampurna diresmikan sebagai Ressort [read more...]

Facebook

Twitter

Kami Siap Membantu Anda